Perjalanan Karier Iwan Fals

Perjalanan Karier Iwan Fals

Virgiawan Listanto atau lebih dikenal dengan nama Iwan Fals, seorang musisi kelahiran tahun 1961 di Jakarta yang namanya sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia.

Berbagai syair berisikan kegundahan hatinya berhasil ia sampaikan dengan apik dalam karya-karyanya. Bahasannya pun luas, seperti kepekaan lingkungan sosial, moral, sampai ke politik berhasil ia sampaikan dengan musik.

Ketika ia pertama kali hadir dalam belantika musik Indonesia, cara dia mengekspresikan lagu-lagunya membuat banyak penggemarnya, biasa disebut Oi, kagum luar biasa. Potret kehidupannya dan pengalamannya yang sangat menyentuh juga membuatnya semakin menjadi superstar seperti sekarang.

Semua perjuangan yang dialami oleh Iwan Fals berawal dari kebiasaannya untuk mengulik alat musik berupa gitar di pelataran rumah. Kala itu ia masih berusia 13 tahun dan tinggal Bandung.

Ternyata tanpa dirinya sendiri sadari, kalau hobinya tersebut menajdi sebuah hal positif yang menguntungkan. Hingga suatu ketika ia berhasil menciptakan lagu, dengan prinsip anak kolong, ia berhasil menghibur teman-temannya.

Tidak lama kemudian, ia pun membiasakan diri dan tentunya memberanikan dirinya mengamen di tempat umum, seperti di tempat-tempat hajatan, sunatan, kawinan, dan lainnya.

Karena yakin dengan bakatnya dan juga petikan gitarnya, ia semakin merasa berani untuk bisa melangkahkan kakinya ke industri rekaman.

Beberapa waktu berselang, akhirnya ia menarik salah stau produser musik karena keahlian yang dimilikinya. Seorang produser dari Jakarta bernama Bambang Bule, menawarkan Iwan Fals untuk mengadu nasibnya di Jakarta. Ia melakukan itu karena sudah mendengar kualitas suara yang dimiliki oleh Iwan Fals yang disiarkan dari Radio 8EH milik ITB.

Iwan Fals pun memberanikan dirinya untuk datang ke Jakarta. Karena kurangnya biaya, ia pun menjual sepeda motor untuk bisa membiayai master dari rekaman albumnya.

Dari situlah karya-karyanya mulai untuk dilirik para label rekaman profesional untuk pertama kalinya.

Album ‘Sarjana Muda’ milik Iwan Fals dirampungkan di Musica Studio dengan serius. Willy Soemantri yang membantu proyek musik satu ini untuk sukses dan bisa diminati oleh para penggemar.

Dalam waktu singkat, ternyata album ‘Sarjana Muda’ berhasil menyita perhatian banyak orang dan bahkan laris dalam bentuk kaset. Kemudian setelahnya Iwan Fals mendapatkan banyak tawaran dari panggung ke panggung.

Tetapi ketika itu masih banyak orang yang tidak mengetahui rupa Iwan Fals dan hanya mengetahui namanya saja.

Di tahun 1987, akhirnya lagunya yang berjudul ‘Oemar Bakri’ ditanyangkan di televisi, tepatnya di TVRI.

Musiknya yang memiliki kualitas dan dapat menyentuh hampir semua kalangan itu berhasil membius para penonton, apalagi ketika ditampilkan pada festival lagu yang dibuat oleh Lembaga Humor Indonesia kala itu.

Di tahun 1979, Iwan Fals pun pernah merekam lagu-lagu humor bersama dengan Pepeng, Krisna, dan Nana Krip. Lagu yang diikuti ke perlombaan itu mendapatkan juaran harapan Lomba Musik Humor.

Selang satu tahun kemudian, tepatnya di tahun 1980, ia mengikuti ajang festival Music Country. Itu membuatnya mendapatkan juara 1 dan karir musiknya  terus meningkat setelah itu.

Lagu-lagu Iwan Fals yang dianggapkritis, demonstratif, dan membangkitkan perlawanan itu membuatnya pernah dilarang untuk konser dengan alasan keamanan.

Tetapi Ia juga pernah mengadakan konser dan menjadi konser terpecah, ketika Konser Suara Untuk Negeri. Bahkan konser yang diadakan di 4 kota besar Indonesia ini menjadi ajang pembuktian pada dunia, karena berhasil memecahkan rekor pada Guinness Book of World Record dengan skala Internasional.